Kopi latte yang memang sudah mendunia dan sering ditemukan di kafe-kafe. Komposisinya adalah dari kopi espresso asal Italia yang kuat dicampur dengan susu yang di-steam/dipanaskan. Harga secangkir latte di kafe relatif cukup mahal, tetapi sebenarnya resep ini bisa dibuat di rumah dengan beberapa cara, baik dengan memakai mesin pembuat kopi, alat AeroPress, atau filter kopi biasa. Bahkan kalau Anda benar-benar suka kopi, ada juga mesin pembuat espresso yang lengkap dengan pembuat busa susu.


Giling kopi.
 Espresso memakai kopi yang tergiling sangat halus.

  • Kalau Anda sudah ahli membuat espresso maka Anda boleh bereksperimen dengan cara menggiling Anda untuk mendapatkan cita rasa kopi yang paling Anda sukai.
  • Giling biji espresso dengan penggiling burr grinder (penggiling dengan pisau bergerigi) agar kesegaran biji kopi lebih terjaga dan terasa. Dengan burr grinder Anda bisa menentukan sendiri seberapa halus atau kasarnya bubuk hasil gilingan kopi espresso Anda, dan hasilnya juga lebih konsisten.

Siapkan susu. Untuk segelas latte diperlukan sekitar 170 ml susu.Sebagai perbandingan umum, cobalah menambahkan 170 ml susu ke dalam setiap 30 ml kopi espresso.

  • Susu non-fat/rendah lemak sebenarnya paling mudah untuk dibuat berbusa (sehingga cantik bila diracik menjadi latte), tetapi rasanya tidak senikmat susu biasa yang full cream.
  • Susu rendah lemak dengan kadar 2% bisa dibuat berbusa dengan sangat mudah dan tetap lumayan berasa krimnya.
  • Susu full cream paling susah dibuat berbusa tetapi rasanya paling enak karena tinggi kandungan lemaknya.

Panaskan susu dengan cara di-steam (seperti dikukus tetapi alatnya berbentuk tongkat, kadang satu set dengan mesin pembuat kopi). Tuangkan susu secukupnya ke kendi (pitcher) logam.

  • Gunakan handuk untuk memegang lengan pitcher agar tangan tak melepuh begitu pitcher menjadi panas oleh uap.
  • Buka penutup ruang uap pada mesin pembuat kopi espresso. Biasanya ada kenop berbentuk bulat dan harus diputar agar terbuka.
  • Pakai termometer untuk mengukur suhu susu, panaskan dengan uap hingga suhunya sekitar 65-70ºC. Hati-hati agar suhu susu tidak melebihi 75ºC karena akan gosong.
  • Busa yang bagus adalah yang kecil-kecil dan ringan (disebut microfoam), bukan gelembung-gelembung besar seperti pada air sabun. Busa yang nikmat terasa ringan tetapi tetap ada tekstur kentalnya.

4

Takar kopi untuk latte Anda. Tiap shot(30 ml) espresso mengandung kadar kopi tertentu. Biasanya latte memakai 2 shot espresso.

  • Tiap shot espresso mengandung 18-21 gr bubuk kopi. Anda bisa menakar kopi dengan cara meletakkan portafilter (bagian yang berupa saringan logam dengan gagang tebal) mesin espresso pada timbangan dapur.
  • Catat dulu berat portafilter ketika kosong (timbangan elektronik yang canggih ada pengaturannya sehingga angkanya bisa “dinolkan” ketika ada portafilter di timbangan).
  • Tambahkan 18-21 gr kopi untuk satu shot espresso.

Padatkan bubuk kopi. Pada tahap ini Anda memadatkan bubuk espresso di portafilter dengan memakai alat tamper espresso.Tamper adalah alat berbentuknya seperti penumbuk, dengan pegangan di atas.

  • Untuk memadatkan kopi, pegang gagang tamper dengan jari-jari, posisikan tangan, lengan dan siku segaris di atas portafilter lalu tekan ke bawah.
  • Padatkan ke bawah dengan gerakan memelintir. Kira-kira tekanan yang ideal adalah 13-14 kg.[10]
  • Supaya kuat tekanan Anda bisa disesuaikan, Anda bisa menaruh portafilter di timbangan ketika ditekan dengan tamper, jadi terlihat pada timbangan seberapa daya tekan Anda.
  • Setelah dipadatkan maka kopi akan menjadi lempengan yang disebut puckPuck yang bagus padatnya merata, sehingga nanti racikan espresso juga merata dan seimbang.

6

Buat shot espresso. Kunci portafilter ke kepala mesin espresso. Tekan tombol meracik/brew pada mesin untuk membuat shot.

  • Shot yang sempurna warnanya kecokelatan gelap dengan kekentalan ringan dan sedikit krim (creme/cream) di permukaan.
  • Shot diracik selama 30 detik, tetapi ini tergantung mesin dan bubuk yang Anda pakai. [12]
  • Kalau terlalu lama diracik espresso akan menjadi terlalu pahit, tetapi kalau kurang lama juga hasilnya akan kurang kuat rasanya.[

7

Tuangkan susu yang sudah dipanaskan ke atas espresso. Semestinya susu berbusa akan tertuang dengan mulus lalu bercampur dengan krim espresso di cangkir/gelas.

  • Ketika menuang susu, gunakan sendok sebagai pengukur busa. Tahan dulu busa dengan sendok, sebaiknya busa jangan tertuang dulu sebelum gelas/cangkir terisi 3/4-nya, lalu keluarkan angkat sendok perlahan sehingga busa tertuang.
  • Hasil akhirnya adalah minuman kecokelatan kental dengan busa tipis di atasnya.
  • Kalau Anda berani, cobalah seni melukis latte (latte art). Langkah ini opsional. Misalnya busa di atas Anda korek-korek dengan tusuk gigi hingga terbentuk pola cantik. Ada banyak teknik lainnya, bereksperimenlah!
  •  
  •