Berapa Kuota Gunung Bromo Saat Libur Tahun Baru 2021?

stillevolkthumbnail

Jika tersedia rencana berlibur ke Gunung Bromo untuk menyongsong tahun baru 2022, kamu perlu mematuhi ketetapan yang berlaku. Salah satunya adalah pembatasan kuantitas kuota pengujung yang boleh masuk di kawasan Gunung Bromo sepanjang pandemi Covid-19. Itu seluruh dilakukan demi menahan penularan Covid-19. Meski orang-orang sudah divaksin, pencegahan senantiasa perlu dilakukan agar virus tidak kembali menyebar.


Menurut laman Instagram formal Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Bromo Tengger Semeru yang

ada kuantitas kuota khusus tergantung tempatnya. Kuota wisata Gunung Bromo selagi libur tahun baru 2022 Adapun kuantitas pengunjung wisata Gunung Bromo yang boleh masuk didasarkan pada kekuatan dukung, kekuatan tambung, serta ketetapan jaga jarak. Berikut ini adalah kuota wisata Gunung Bromo selagi libur tahun baru 2022: Penanjakan: 222 orang per hari. Bukit Kedaluh (Bukit Kingkong): 107 orang per hari Bukit Cinta: 31 orang per hari Mentigen: 55 orang per hari Sabana dan Lautan Pasir: 319 orang per hari


Sementara itu, menurut pantauan Kompas.com pada Selasa (28/12/2021), wista Bukit Cinta sudah penuh dan yang masih kosong adalah tanggal 29 Desember 2021 hingga seterusnya. Selain Bukit Cinta, kuota untuk Pananjakan terhitung penuh di hari Selasa itu. Sedangkan untuk lokasi lainnya masih pelum penuh. Tidak tergoda erupsi Semeru Sebagai informasi tambahan, erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) tak memengaruhi pariwisata Gunung Bromo. Status Gunung Bromo setelah erupsi Gunung Semeru adalah level II yang berarti waspada. Oleh dikarenakan itu, kondisi masih aman dan pengujung masih mampu masuk bromo ijen tour.

Kondisi dan pengunjung masih stabil sebelum erupsi tersedia 2.259 orang yang masuk dan setelah erupsi Gunung Semeru jumlahnya adalah 2.153. Namun, tersedia ketetapan lain yang perlu ditaati berdasarkan rekomendasikan berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung api Bromo setelah erupsi berasal dari Gunung Semeru.


Peraturan itu adalah penduduk di lebih kurang Gunung Bromo dan wisatawan tidak boleh memasuki kawasan didalam radius 1 km berasal dari kawah aktif Gunung Bromo.